Hangus Karena Cinta

Yohanes 2:13-25

Maka teringatlah murid-murid-Nya, bahwa ada tertulis: “Cinta untuk rumah-Mu menghanguskan Aku.” (Yohanes 2:17)

 

Teman saya bercerita, waktu remaja dibebaskan untuk pergi kemana saja asalkan memberitahu orangtua. Suatu hari, dia pergi sampai malam. Ketika pulang ke rumah, dia disambut oleh amarah ayahnya.

Beberapa hari kemudian, teman saya bertanya pada ayahnya. “Mengapa ayah waktu itu marah?” tanya teman saya. “Bukankah saya boleh pergi kemana saja asal memberitahu Ayah lebih dulu?”

“Iya, tapi kamu tidak bilang kapan pulangnya,”jawab sang ayah,”tahu nggak, semalaman jantung ayah deg-degan karena menghawatirkanmu. Kalau kamu bilang akan pulang pukul sekian, ayah jadi tahu kapan harus mulai khawatir jika kamu belum pulang.”

“Setelah dewasa saya baru menyadari,” lanjut teman saya, “bahwa sikap marah itu kadang-kadang bisa mengandung perasaan cinta.”

Keluarga Blessing, Bait Allah telah menjadi lahan bisnis bagi Imam Besar dan keluarganya. Mereka memperoleh hak istimewa memonopoli perdagangan hewan korban di Bait Allah.  Tentu saja dengan harga yang lebih mahal daripada harga di pasaran. Yesus harus mengambil tindakan keras untuk membersihkan bait Allah, walau hal itu “menghanguskan-Nya.”

Kadang-kadang tindakan tegas diperlukan demi kebaikan orang yang kita kasihi. Kita harus tega melakukannya. Kirana, anak saya, belum bisa merangkak ketika teman sebayanya sudah bisa. Dia harus menjalani terapi okupasi yang membuatnya menangis kuat-kuat. Kami sebenarnya merasa kasihan, tapi dia harus mengalami itu, demi kebaikannya [purnawan].

Tindakan tegas harus dilakukan jika itu untuk kebaikan keluarga kita

 

Tinggalkan Balasan