Pengorbanan Ibu

Lalu Simeon memberkati mereka dan berkata kepada Maria, ibu Anak itu: “Sesungguhnya Anak ini ditentukan untuk menjatuhkan atau membangkitkan banyak orang di Israel dan untuk menjadi suatu tanda yang menimbulkan perbantahan —dan suatu pedang akan menembus jiwamu sendiri—,supaya menjadi nyata pikiran hati banyak orang.” (Lukas 2:34-35)

 

Xiong Li adalah seorang artis. Pada Desember 2006, dalam sebuah perjalanan ia mengalami kecelakaan yang mengakibatkan bagian wajahnya terbakar. Namun, ia menolak mengkonsumsi antibiotik untuk mencegah infeksi karena saat itu ia sedang mengandung anaknya. Ia tahu jika meminum obat antibiotik, maka bayi dikandungnya berisiko lahir cacat. Sekarang dia sudah melahirkan bayi yang sehat (Kompas, 2/11/07).

Pengorbanan seorang ibu yang sungguh besar. Dalam Alkitab, kita juga menjumpai pengorbanan besar seorang ibu, yaitu Maria. Ketika Yusuf, Maria dan Yesus pergi ke Bait Allah, mereka bertemu dengan Simeon. Orang yang benar dan saleh ini memberkati keluarga Yesus.

Simeon bernubuat bahwa Yesus akan menjadi sosok yang kontroversial dan menyebabkan perpecahan di kalangan bangsa Israel. Khusus terhadap Maria, ia berkata bahwa “suatu pedang akan menembus jiwamu.”

Para penafsir mengartikan pedang ini sebagai penderitaan pribadi yang akan dialami. Sebagai seorang ibu, dia akan melihat Anaknya akan dimusuhi oleh pemuka agama dan pejabat pemerintah. Bahkan ia akan melihat penderitaan dan kematian Anaknya di kayu salib. Maria juga akan menderita karena menyaksikkan perpecahan bangsa Israel. Hati seorang ibu mana yang tidak akan hancur jika menyaksikkan semua ini?

Yang lebih berat lagi, Maria sudah diberitahu hal ini sejak awal. Namun Maria memilih taat dan bersedia “berkorban” demi rencana keselamatan bagi umat manusia [purnawan].

Jasa seorang ibu sering dilupakan. Bintang penghargaannya adalah ketika menyaksikan anak-anaknya sukses

Tinggalkan Balasan