Ketekunan adalah Kebahagiaan

Yakobus 5:7-11

“Saudara-saudara, turutilah teladan penderitaan dan kesabaran para nabi yang telah berbicara demi nama Tuhan. Sesungguhnya kami menyebut mereka berbahagia, yaitu mereka yang telah bertekun; kamu telah mendengar tentang ketekunan Ayub dan kamu telah tahu apa yang pada akhirnya disediakan Tuhan baginya, karena Tuhan maha penyayang dan penuh belas kasihan” (Yakobus 5:10-11)

 

Luther Tare adalah orang Dayak yang bermukim di timur laut Kalimantan. Setelah lulus dari sekolah kehutanan, ia bekerja sebagai sopir traktor di sebuah proyek konstruksi di Malaysia yang merusak hutan. Selama 10 tahun ia bergumul menyaksikan kerusakan hutan yang semakin parah.

Tahun 1992, ia memutuskan keluar dari pekerjaannya. Dia menikah dan membeli sebidang tanah menggunakan uang tabungannya. Namun ia tidak menetap di tanah itu karena ia melihat hutan seluas 300 ha. Ia memutuskan untuk melindungi hutan itu dan menamainya Hutan Mitra Alam.

“Kamu tidak akan berhasil,” kata penduduk desa, meremehkannya. Luther memang mengalami banyak kesulitan dalam upaya melindungi hutan itu. Selama puluhan tahun, ia juga harus menampik tawaran uang yang sangat menggiurkan dari para pengusaha. Kegigihannya ini akhirnya diakui oleh pemerintah. Sekarang Hutan Mitra Alam diakui sebagai contoh pengelolaan hutan yang lestari (Reader’s Digest).

Luther telah memberi teladan kepada kita tentang ketekunan. Meski warga di sukunya menganggap usahanya itu konyol dan sia-sia, tapi Luther tidak patah semangat. Rasul Yakobus menyebut orang yang bertekun adalah orang yang berbahagia.

Saat ini kita dipanggil untuk tetap tekun dan sabar dalam menaati  perintah Tuhan. Percayalah, ketekunan ini akan membuahkan hasil yang baik, yaitu kebahagiaan[purnawan].

Orang yang bertekun menanggung segala sesuatu dengan tabah, dan menanti janji Tuhan dengan sabar.

Tinggalkan Balasan