Siaga Satu

Pengkhotbah 4:7-16

“Berdua lebih baik dari pada seorang diri….karena kalau mereka jatuh, yang seorang mengangkat temannya, tetapi wai orang yang jatuh, yang tidak mempunyai orang lain untuk mengangkatnya!” (Pengkhotbah 4:9-10)

 

Lo Renhung adalah seorang teknisi komputer di Taipei. Suatu kali ketika chatting internet, ia membaca sebuah pesan singkat, “Saya butuh teman ngobrol.”  Lo Renhung lalu memberikan nomor teleponnya kepada pengirim pesan itu. Tak berapa lama telepon berdering. Seorang wanita menelepon, “Saya tidak bisa tidur. Saya sedang sedih dan kesepian.” Mereka mengobrol selama dua jam dan menjalin pertemanan.

Wanita yang bernama Yu-ting ini ternyata mengalami depresi. Pasalnya, saat ia berusia 15 tahun, papanya berselingkuh. Dia sendiri pernah dua kali gagal berpacaran.

Suatu hari dia memesan kamar hotel dan memasukkan pemanggang barbeque ke kamar. Dia menelan 20 pil tidur dan menyalakan pemanggang supaya racun asap segera membunuhnya. Setelah itu, menelepon Lo Renhung untuk pamitan.

Lo Renhung menjadi panik. Jarak antara tempat dia tinggal dengan hotel itu adalah 300 km. Maka dia memasang pesan dengan subjek “Red Alert” di internet:”Seorang gadis di kota Kaohsiung berusaha bunuh diri….orang-orang yang ada di wilayah Kaohsiung dimohon untuk menemukan dia. Jika bisa ditemukan kurang dari dua jam, mungkin dia masih diselamatkan.”

Pesan itu dibaca Chen Wei Chuan yang tinggal di Kaohsiung. Dia menduga Yu-ting memesan hotel Yi-da. Ia segera menelepon manajer hotel itu. Dugaannya benar. Yu-ting ditemukan terkulai lemas di sana, tapi masih diselamatkan(Reader’s Digest).

Manusia adalah makhluk sosial. Manusia membutuhkan orang lain. Itu sebabnya Pengkhotbah menekankan pentingnya memiliki teman. Apakah Anda punya teman? [purnawan].

Sejak lahir hingga mati, kita membutuhkan orang lain. Jangan hidup egois!

Tinggalkan Balasan