Menolak Hak

1 Korintus 9: 1-27

“Tetapi aku tidak pernah mempergunakan satupun dari hak-hak itu. (1 Korintus 9:15a)

 

Kay Poe dan Esther Kim adalah dua perempuan yang bersahabat sejak umur tujuh tahun. Mereka sama-sama menyukai Taekwondo dan mengikuti pertandingan untuk memperebutkan tiket ke Olimpade 2000 di Sydney.

Keduanya harus bertanding di babak final. Tapi sayangnya Kay mengalami cedera tempurung lutut pada babak semifinal. Meski rangking Kay lebih baik, tapi jika harus bertanding saat itu, maka Esther yang akan menang.

Pada pertandingan final, Esther Kim tiba-tiba mengejutkan penonton. Dia mengundurkan diri dan memberikan kemenangan pada Kay. Karena kemurahan hatinya ini, Komite Olimpiade Internasional memberikan penghargaan Citizenship Through Sports Award dan menanggung biaya menononton Olimpade di Sydney kepada Esther (inspirationalstories.com).

Dalam perikop kita, Paulus mengungkapkan sesungguhnya dia memiliki beberapa hak sebagai pelayan Tuhan. Misalnya mendapatkan hak kecukupan kebutuhan jasmani dari jemaat, hak membawa isteri dalam perjalanan, hak dibebaskan dari pekerjaan tangan. Akan tetapi, Paulus sengaja tidak memanfaatkan fasilitas tersebut. Tujuannya adalah untuk “memenangkan sebanyak mungkin orang” (1 Kor.9:19).

Pada zaman sekarang, semakin banyak orang yang menuntut hak-haknya. Namun mereka menolak jika diajak berkorban untuk kepentingan umum. Contohnya proyek jalan tol di pulau Jawa macet karena pemilik tanah menuntut ganti rugi selangit. Mungkin lebih tepat jika disebut “uang ganti untung.”

Paulus memberi teladan tentang sikap tidak egois. Dia rela tidak menggunakan hak-haknya demi kepentingan orang banyak [purnawan].

Hak memang patut diperjuangkan, tapi ada kalanya sengaja tidak digunakan demi kepentingan umum.

 

 

Tinggalkan Balasan