Hidup ini Tidak Adil

Filipi 1:12-26

“Jika aku harus hidup di dunia ini, itu berarti bagiku bekerja memberi buah” (Filipi 1:22)

 

Mahema mengalami kecelakaan yang membuatnya lumpuh dari bahu ke bawah. Dia tergantung sepenuhnya pada bantuan Manohar Devadoss, suaminya. Selama tigapuluh tahun lebih, Manohar setia mengangkat isterinya dari kursi roda ke tempat lain dan sebaliknya.

Namun yang luarbiasa, Manohar melakukan itu di dalam keterbatasan penglihatan. Setelah kecelakaan, mata Manohar mengalami gejala retinitis pigmentosa. Sebuah gangguan kesehatan degeneratif yang belum ada obatnya. Dia menjadi butawarna, pandangan matanya menciut seperti sedang mengintip dari lobang kecil.

Meski begitu, sebagai seniman dia masih menghasilkan lukisan. Bagaimana cara dia melukis? Dia memakai obat tetes mata untuk membesarkan kornea mata, memasang lampu yang sangat terang dan menggunakan kaca pembesar khusus.

Setiap tahun mereka bersama-sama membuat kartu ucapan spesial. Manohar yang melukis dan Mahema membuat tulisan singkat untuk menerangkan makna lukisan tersebut. Kartu-kartu ini dijual dan hasilnya disumbangkan untuk badan amal.

Dalam bacaan kita, Paulus mengalami pergumulan yang sangat berat. Jika boleh memilih, dia sebenarnya ingin mati. Tapi karena masih hidup, maka dia memakai kesempatan itu untuk menghasilkan sesuatu yang bermakna.

Hidup ini memang tidak adil. Tapi karena semua orang mengalami hal yang sama, maka hal itu membuat hidup ini menjadi adil. Keputusan ada di tangan kita masing-masing: apakah meratapi ketidakadilan atau menjalani hidup sehingga bermakna bagi kemanusiaan[purnawan].

Buah apa yang sudah Anda hasilkan? Apakah buah yang manis, asam atau pahit?

Tinggalkan Balasan