Hati yang Waspada

1 Tesalonika 5:12-22

“Ujilah segala sesuatu dan peganglah yang baik. Jauhkanlah dirimu dari segala jenis kejahatan.” (1 Tesalonika 5:21-22)

 

Pukul 17:11,HP saya berbunyi. Saya mengangkatnya. “Halo, nama saya Drs. Wawan Setiawan dari ….[menyebutkan perusahaan telepon],” kata si penelepon,”selamat nomor Bapak telah memenangkan undian.”

“Hadiah ini bebas pajak,”lanjut si penelepon,”Apakah Bapak punya buku tabungan?”

“Tunggu dulu,” saya menyela,”bagaimana saya bisa memastikan bahwa ini bukan penipuan?”

“Kalau Bapak tidak percaya, silakan lihat di LaTivi nanti malam,” jawab si penelepon,”apakah Bapak punya tabungan? Di bank apa?”

“Saya tidak bisa nengatakannya” jawab saya.

“Bagaimana kalau kartu ATM?” tanya orang itu.

“Saya ‘kan sudah bilang tidak bisa mengatakannya,” jawab saya.

“Kalau begitu, bagaimana kalau Bapak mengambil sendiri hadiahnya di kantor kami?” tanya orang itu.

“Rumah saja jauh dari Jakarta,” jawab saya.

“Kalau begitu, hadiah bisa diamabil saudara bapak yang ada di Jakarta?”

“Saya tidak punya saudara di Jakarta” jawab saya. Tiba-tiba sambungan telepon terputus.

Sejak awal saya sebenarnya sudah menduga bahwa ini adalah penipuan. Saya sudah pernah membaca modus penipuan semacam ini dari milis yang saya ikuti.

Perkembangan ilmu dan teknologi ternyata juga dimanfaatkan para kriminal untuk melakukan kejahatan. Itu sebabnya, kita perlu waspada dan menjaga keluarga kita dari tindak kejahatan. Jangan sembarang memberikan informasi pribadi kepada orang asing. Misalnya nomor rekening, nomor pin, nomor HP, alamat rumah, tanggal lahir, nama anak-anak dll. Semua itu dapat dijadikan bahan untuk menjahati kita[purnawan].

Berlakulah cerdik. Jangan curigai semua orang, tapi jangan mudah percaya pada semua orang.

Tinggalkan Balasan