Kesempatan Kedua

Amsal 16:1-9

“Dengan kasih dan kesetiaan, kesalahan diampuni, karena takut akan TUHAN orang menjauhi kejahatan.” (Amsal 16:6)

Prestasinya cukup spektakuler. Hanya dalam satu tahun, dia langsung menyabet peringkat dua di perusahannya sebagai wiraniaga yang paling banyak menjual polis asuransi.

Wahyu (nama samaran, 43 thn) adalah mantan narapidana selama 5 tahun karena mengedarkan narkotika. Dia pernah menghuni L.P. Nusakambangan. Selepas dari penjara, dia tidak tahu harus bekerja apa. Sebagai mantan narapidana, dia mendapat stigma buruk dari masyarakat. 

Namun tidak semua orang curiga kepada Wahyu. Ada salah satu anggota jemaat gereja yang memberi kesempatan kepadanya.  Karena punya relasinya yang kuat, pak Jeremia bisa memasukkan Wahyu ke sebuah perusahaan asuransi. pak Jeremia juga memberikan bimbingan dan motivasi kepadanya.

Ternyata kepercayaan dan kesempatan itu tidak disia-siakan oleh Wahyu. Setelah sukses sebagai agen pemasar top di perusahaannya, Wahyu termasuk dalam 10 besar agen asuransi versi AAJI (Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia).

Pelajaran apa yang bisa kita petik dari kisah ini?

1. Jangan menilai orang semata-mata dari masa lalunya. Setiap orang bisa berubah.

2. Berikan kesempatan kedua pada orang lain untuk memperbaiki diri.

3. Jika kita pernah berbuat kesalahan, bangkitlah kembali untuk memperbaikinya.

4. Pegang teguh kepercayaan yang telah diberikan orang lain kepada kita. Sebab di situlah terletak pintu menuju kesuksesan [purnawan].

Allah saja memberi kesempatan kedua kepada kita. Mengapa kita tidak juga memberikan hal yang sama pada orang lain?

 

Tinggalkan Balasan