Latihan Bersyukur

Ada seorang pria yang datang pada seorang guru yang bijak. “Guru, bantulah aku. Rumahku seperti neraka. Kami tinggal dalam rumah yang sempit. Isteriku, anak-anakku, menantu-menantuku, cucu-cucuku, dan aku sendiri. Tidak ada cukup ruang lagi untuk kami semua.”

Guru memberi saran,“Belilah seekor sapi dan masukkan dalam rumahmu!” Meski heran, pria itu melakukannya juga. Esoknya dia datang dengan muka letih. “Aduh guru, semakin parah!”

“Sekarang beli seekor kambing dan masukkan ke dalam rumahmu,” perintah guru. Esoknya, dia datang lagi.  “Rasanya aku sudah gila!! Rumahku sudah tidak karuan lagi.”

“Beli sepuluh ekor ayam, dan masukkan ke dalam rumah,” perintah guru seakan tak peduli pada penderitaan pria itu.  Esoknya, dia datang lagi dengan penampilan yang sangat kusut.

“Ampuuun guru!!!eritnya, “Aku sudah tidak tahan lagi. Rumahku sudah menjadi neraka beneran.”

“Sekarang jual semua binatang peliharaanmu,” perintah guru.

Hari berikutnya, dia datang dengan muka berseri-seri.

“Terimakasih guru. Rumahku terasa lega. Sekarang sungguh indah dan bersih. Seperti di sorga rasanya.”

Kadangkala kita tidak mensyukuri apa yang sudah kita miliki. Antoni de Mello mengajarkan cara sederhana untuk bersyukur: Pikirkan kejadian hari kemarin, satu demi satu dari pagi sampai sore. Untuk setiap kejadiannya katakan “Terimakasih. Aku sungguh beruntung dapat mengalaminya.” [purnawan]

 

SMS from God: Jangan terlalu sering menengok ke luar. Sering-seringlah lihat dan syukuri apa yang sudah ada di dalam.