Dosis yang Tepat

Pada usia 6-8 bulan, berat badan Kirana, anak kami, tidak mengalami kenaikan berarti.  Kami memeriksakannya ke dokter. Salah satu metode pemeriksannya adalah dengan merekam detak jantungnya. Tapi karena Kirana berontak, maka dia terpaksa harus diberi obat penenang.

Dokter menanyakan berat badan Kirana, lalu menghitung dosis obat penenang yang tepat. Tujuannya supaya obat itu tidak terlalu sedikit sehingga efek obatnya tidak terasa; tapi juga tidak kebanyakan sehingga dia dapat mengantuk sepanjang hari.

Salah satu prinsip pengobatan modern adalah memberikan takaran obat yang sesuai dengan kebutuhan pasien.  Kebutuhan setiap pasien berbeda. Orang yang gemuk biasanya membutuhkan takaran obat yang lebih banyak daripada orang kurus.

Prinsip ini menggambarkan tentang pencobaan. Besarnya pencobaan telah disesuaikan dengan kekuatan orang yang akan menanggungnya. Ilmuwan besar, Sir Isaac Newton (1642-1727) punya pendapat menarik tentang hal ini: “Pencobaan adalah obat yang diresepkan oleh dokter kita yang baik hati dan bijaksana, sesuai dengan kebutuhan kita; dan Dia mengukur takaran obat dengan tepat. Percayalah kepada kemampuan-Nya dan berterimakasih atas resepnya.”

Minum obat sungguh tidak enak, tapi bermanfaat bagi tubuh kita.  Pencobaan itu juga tidak enak, tapi itu demi kebaikan kita.  Hebatnya, kadar pencobaan itu telah disesuaikan dengan kekuatan kita.

“Pencobaan-pencobaan yang kamu alami ialah pencobaan-pencobaan biasa, yang tidak melebihi kekuatan manusia. Sebab Allah setia dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu. Pada waktu kamu dicobai Ia akan memberikan kepadamu jalan ke luar, sehingga kamu dapat menanggungnya.” (1 Korintus 10:13)

SMS from God: Di balik setiap pencobaan, Allah selalu menyediakan jalan keluar.