Perjuangan Cinta

Cinta buta bukan cuma milik anak muda. Seorang nenek (70 th) di Jepang membanjiri seorang kakek dengan (79 th) dengan 206 pucuk surat cinta. Dia juga membersihkan kuburan pujaan hatinya sebanyak 85 kali. Dia juga memaksa masuk ke rumah si kakek sebanyak tujuh kali. Semua itu dia lakukan agar si kakek menerima cintanya.

Alih-alih mendapat cinta, nenek nekat ini malah diseret ke pengadilan. Hakim memerintahkan si nenek agar tidak mengganggu si kakek lagi. Usai keputusan ini, si nenek melah menuntut ganti rugi si kakek sekitar Rp. 93 juta. Alasannya ia sudah keluar uang untuk membuat SIM dan beli bensin untuk berkunjung ke rumah si kakek.

Dia juga mengirim surat yang berisi ancaman pada si kakek. Karena surat ancaman ini, maka jaksa menuntut hukuman 10 bulan penjara kepadanya (Kompas, 15/02/2007).

Meski tidak sepakat dengan cara nekatnya, paling tidak kita dapat belajar dari keuletan sang nenek untuk mendapatkan cinta.  Jika kita mencintai seseorang, maka kita harus bersedia melakukan sesuatu yang ‘lebih’.  Demi cintanya pada Rahel, Yakub bersedia bekerja dan menunggu selama tujuh tahun lagi.  Meski pernah ditipu oleh Laban, mertuanya, tapi Yakub tidak patah semangat. Bayangkan, dia harus bersabar selama empat belas tahun!

Yakub cinta kepada Rahel, sebab itu ia berkata: “Aku mau bekerja padamu tujuh tahun lamanya untuk mendapat Rahel, anakmu yang lebih muda itu.” (Kejadian 29:18)

Dalam acara reality show TV, ditunjukkan usaha seseorang yang menyatakan cintanya pada pujaan hatinya. Dia melakukan usaha ekstra untuk menunjukkan keseriusannya. Cinta itu layak diperjuangkan.Tapi bukan dengan cara yang membabi buta. [purnawan]

SMS from God: Cinta yang sejati dilandasi dorongan untuk memberi diri, bukan untuk memiliki