Istri adalah Kurnia

Thomas Wheeler adalah direktur utama Massachusetts Mutual Life Insurance Company.  Suatu kali, ketika sedang mengendarai mobil bersama isterinya, dia mulai kehabisan bensin. Mereka mampir di sebuah stasiun pengisian bensin. Dia minta petugas untuk mengisi bensin, lalu pamitan untuk pergi ke kamar mandi.

Ketika kembali, dia memperhatikan isterinya sedang bercakap-cakap dengan petugas itu. Dari cara mereka berbicara, sepertinya mereka sudah saling mengenal sebelumnya.

“Apakah kau kenal petugas tadi?” tanya Thomas Wheeler ketika mereka sudah melanjutkan perjalanan lagi. Isterinya mengangguk. Dia bercerita bahwa pria itu adalah teman SMA-nya.  Bahkan mereka pernah berpacaran selama setahun.

“Untunglah aku yang melamarmu,” kata Wheeler sambil tersenyum,” Jika kamu menjadi isterinya, maka sekarang ini kamu menjadi isteri petugas pengisi bensin.”

“Eh, jangan salah,” jawab isterinya, “jika aku menikahi pria itu, mungkin pria itu sekarang menjadi direktur utama, dan kamu menjadi petugas pengisi bensin.”

Ada pepatah, “Di balik orang besar, terdapat isteri yang besar.” Artinya, seseorang yang mencapai kesuksesan itu tidak diraih sendirian saja. Dia mendapat bantuan yang besar dari pasangan hidupnya. Pemazmur berkata, rumah dan harta bukan jaminan kita pasti mendapatkan pasangan hidup yang berakal budi. Itu adalah karunia Tuhan.

“Rumah dan harta adalah warisan nenek moyang, tetapi isteri yang berakal budi adalah karunia TUHAN.” (Amsal 19:14)

Itu sebabnya, ketika Anda merasa sukses, jangan bertepuk dada dulu. Siapa tahu, itu adalah karena pasangan Anda. [purnawan]

 

Sms from God: Pasangan hidup dapat menjadi faktor pendorong atau penghambat kesuksesan. Anda termasuk yang mana?