Dari Lilin Menjadi Sabun

Tahun 1879, produk terlaris yang dihasilkan oleh perusahaan Procter and Gamble adalah lilin. Namun ketika Thomas Alva Edison menemukan bola lampu pijar, penjualan lilin perusahaan ini mengalami kemorosotan tajam. Banyak orang yang beralih ke alat penerang baru.

Namun sebuah “kecelakaan kerja” telah menyelamatkan perusahaan ini dari kebangkrutan. Suatu kali ada karyawan kelupaan mematikan mesin ketika istirahat makan siang. Akibatnya adonan menjadi berbusa-busa, meluap dan penuh dengan gelembung-gelembung udara. Mula-mula karyawan ini berencana membuang adonan, namun sebelumnya dia mencoba membuat sabun dari adonan itu. Hasilnya adalah sabun yang bisa mengambang di air. Maka lahirlah sabun Ivory yang laris manis.

Mengapa sabun ini laris? Masa itu, beberapa orang di Cincinnati masih mandi di sungai Ohio. Dengan menggunakan sabun yang bisa mengapung, maka mereka tidak akan kehilangan sabun lagi ketika terlepas dari genggaman. Sukses di Ohio, sabun ini merambah ke seluruh negeri Amerika.

Penulis kitab Ibrani menyarankan supaya selalu mengingat bagaimana sengsaranya Yesus dalam menghadapi orang-orang berdosa yang melawan-Nya dengan begitu sengit! Dengan melakukan ini, maka kita tidak cepat menjadi berkecil hati dan putus asa.Selanjutnya, disampaikan kiat dalam menghadapi penderitaan: (1) Menguatkan tubuh; (2) Hidup rukun dengan semua orang; (3) Berusahalah hidup suci (Ibr.12:12-14).Tidak seorang pun dapat melihat Tuhan kalau ia tidak hidup seperti itu[Purnawan].

 

SMS from God: Saat menderita, ingatlah pada Yesus. Dia menanggungnya dengan setia dan tekun.