Ide Sepuluh-Sen

Saat F. W. Woolworth masih muda, dia menjadi penjaga toko. Dia memberikan usul pada bos-nya untuk menjual semua barangnya dengan harga yang sama yaitu sepuluh sen. Tujuannya untuk menghabiskan stok di gudang. Bos-nya setuju dan ternyata sukses besar.

Keberhasilan ini memberi inspirasi Woolworth untuk membuka toko sendiri yang menjual produk seharga lima sen dan sepuluh sen. Namun dia kekurangan modal. Karena itu dia mengajak bosnya untuk menyuplai barang, sebagai penyertaan modal bagi usahanya. Kali ini bos-nya menanggapi dengan dingin. “Tidak banyak barang yang bisa dijual dengan harga lima sen dan sepuluh sen.”

Woolworth tidak menyerah. Dia melanjutkan usahanya meskipun tanpa dukungan dari bos-nya. Ternyata dia tidak hanya sukses membuka satu toko. Setelah melalui kerja keras, dia berhasil memiliki jaringan toko di seluruh negara Amerika. Beberapa waktu kemudian, saat melihat keberhasilan F. W. Woolworth, mantan bosnya mengakui dengan pahit,”Sepanjang saya ketahui, setiap kata yang saya pakai untuk membuat Woolworth patah semangat, saya justru mengalami kerugian jutaan dollar.”

“Orang yang bersemangat dapat menanggung penderitaannya, tetapi siapa akan memulihkan semangat yang patah?” (Amsal 18:14)

Salomo berkata benar bahwa semangat dapat menguatkan seseorang untuk menanggung penderitaan. Sebaliknya, jika semangat itu sudah terluka, maka kemauan untuk hidup sudah pudar[Purnawan].

SMS from God: Sumber dari semangat adalah pengharapan. Jika kita punya pengharapan yang kuat, maka kita punya semangat yang menyala-nyala