Batu Sandungan

Ada seekor ikan memakan sebuah handphone (HP), tapi seminggu kemudian HP ini masih bisa digunakan. Adalah Andrew Chettle (45) yang kehilangan HP saat berlibur di pantai. Tiba-tiba HP miliknya jatuh dan langsung dilahap oleh seekor ikan.

Selang beberapa hari HP milik Rita Smith, pacar Andrew mendapat panggilan dari nomor HP Andrew. Ternyata setelah ditelusuri HP Andrew ditemukan oleh seorang nelayan bernama Glen Kerley. Dia menangkap ikan cod yang memakan HP Andrew.

“Tetapi supaya jangan kita menjadi batu sandungan bagi mereka, pergilah memancing ke danau. Dan ikan pertama yang kaupancing, tangkaplah dan bukalah mulutnya, maka engkau akan menemukan mata uang empat dirham di dalamnya. Ambillah itu dan bayarkanlah kepada mereka, bagi-Ku dan bagimu juga.”” (Matius 17:27)

Kisah ini mengingatkan kita mukjizat yang dialami Petrus. Menurut adat Yahudi, setiap pria Yahudi harus membayar sumbangan sebesar dua dirham ke pengurus Bait Allah. Pada saat itu, dua dirham itu setara dengan upah pekerja rendahan selama dua hari. Akan tetapi para imam dan rabbi dikecualikan dari ketentuan ini. Itu sebabnya, petugas pemungut pajak Bait Allah bertanya kepada Petrus, apakah Yesus membayar pajak juga. Dalam hal ini, petugas itu menganggap Yesus sebagai rabbi atau guru yang tidak kena wajib pajak.

Supaya tidak menjadi batu sandungan, maka Yesus memerintahkan Petrus untuk memancing ikan. Di dalam mulut ikan yang ditangkap Petrus ada uang sebanyak empat dirham yang cukup untuk membayar pajak dua orang: Yesus dan Petrus.

Ketika kami membuat laporan pajak, ada orang yang menyarankan trik-trik tertentu kepada kami supaya membayar pajak sesedikit mungkin. Tapi kami menolak. “Kita mengisi sesuai prosedur saja,” kata saya kepada istri. Mari memberi teladan dengan membayar pajak dengan benar.

SMS from God: Jika kita hidup pada jalan lurus, kita dapat tidur dengan pulas.