Minum Air Laut

Dua pria pencuri babi di Hongaria ini kelewat serakah, hal yang membuat mereka dengan mudah ditangkap polisi. Polisi Hongaria acap kali melakukan pemeriksaan rutin. Suatu hari mereka menghentikan mobil van mini  yang muatannya tampaknya terlalu berlebihan. Polisi semakin curiga ketika dua pria dalam mobil ini berusaha kabur.

Ketika polisi memeriksa van mini, mereka mendapati 12 ekor babi curian yang berjejalan karena sempitnya ruangan.  Rupanya dua pria ini serakah mencuri babi sebanyak-banyaknya. Padahal, van mini itu hanya pas untuk beberapa ekor babi.

Kata-Nya lagi kepada mereka: “Berjaga-jagalah dan waspadalah terhadap segala ketamakan, sebab walaupun seorang berlimpah-limpah hartanya, hidupnya tidaklah tergantung dari pada kekayaannya itu.” (Lukas 12:15)

Dalam perumpamaan yang diceritakan Yesus, ada orang kaya yang mendapatkan hasil panen yang melimpah. Dia lalu memutuskan untuk memperbesar lambungnya, supaya bisa menyimpan lebih banyak. Setelah itu orang kaya ini merasa tenang dan sudah bisa bersenang-senang.

Yesus mengecam perilaku orang kaya ini. Apa yang salah? Pertama, orang kaya ini terlalu tamak. Dia hanya ingin menimbun kekayaannya untuk dirinya sendiri. Padahal jika hari itu dia mati, maka dia tidak akan bisa menikmati hartanya.  Kedua, orang kaya ini ingin menikmati kekayaannya tanpa kekhawatiran. Dia baru bisa berhenti khawatir dan merasa aman setelah kekayaannya tersimpan.

Seorang yang tamak selalu ingin memperoleh lebih banyak daripada yang diperlukan. Ini seperti minum air laut. Semakin banyak meminumnya, kita merasa semakin haus. Kelimpahan harta tidak aman membuat kita aman dan terjamin [Purnawan].

SMS from God: Sumber kedamaian kita adalah dari Allah, bukan dari kekayaan.