Asli atau Palsu?

Ada sebuah legenda tentang ratu Syeba dan raja Salomo. Dia ingin menguji hikmat Salomo yang terkenal dimana-mana. Dia membawa dua vas bunga. Vas yang satu berisi bunga yang asli. Sedangkan vas yang lain berisi bunga buatan manusia tapi sangat mirip dengan aslinya. Mata manusia pasti akan terkecoh karena menganggapnya itu bunga asli.

Dia meletakkan kedua vas itu di depan Salomo yang duduk di singgasana. “Wahai raja Salomo,” kata ratu Syeba,”Engkau adalah manusia paling berhikmat di muka bumi ini. Katakanlah kepadaku, tanpa menyentuhnya, manakah di antara kedua bunga ini yang asli dan mana yang palsu?”

Untuk beberapa lama, Salomo mengamati kedua bunga itu. Keduaya kelihatan sama-sama asli. Lalu Salomo berkata, “Bukalah jendela istana. Biarkanlah tawon masuk ke dalam dan memilih bunga yang asli.”

Tawon tidak mungkin keliru dalam membedakan bunga asli dengan bunga buatan. Sepanjang hidupnya, tawon sudah lama berhubungan dengan bunga sehingga mudah mengenali bunga meski dari kejauhan sekalipun.

“Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.” (Roma 12:2)

Dalam kehidupan sehari-hari, orang Kristen dihadapkan dengan berbagai pengajaran. Kelihatannya kristiani, tapi sebenarnya menjerumuskan. Kita sulit membedakan pengajaran yang asli dan yang palsu. Namun sama seperti lebah, kita tidak akan kesulitan membedakannya jika kita sudah lama bergaul dengan ‘bunga yang asli’, yaitu Allah yang hidup [purnawan].

SMS from God: Cara terbaik mengetahui yang palsu adalah dengan mengenal baik yang asli.