Berjaga-jaga

Dalam dongeng “Sleeping Beauty” diceritakan sebuah kerajaan sedang bersukacita dengan kelahiran putri raja. Namanya putri Aurora. Semua orang diundang, kecuali penyihir yang jahat. Maka sang penyihir menjadi marah. Dia memberikan kutukan bahwa sang bayi tidak akan berumur lebih dari 16 tahun. Dia akan mati karena tertusuk jarum pemintal.

Kadar kutukan ini dapat sedikit ditangkal oleh tiga peri yang baik. Putri Aurora tidak akan mati, tapi hanya akan tidur panjang. Untuk mencegah kutukan terjadi, maka semua alat pemintal harus dimusnahkan dari negeri itu. Selanjutnya tiga peri menyembunyikan sang bayi jauh di dalam hutan dan membesarkannya di sana.

Enam belas tahun kemudian, tepat pada hari ulang tahun sang putri, ketiga peri ini mengantarkan Aurora ke kerajaan. Mereka mengira kutukan itu telah hilang karena hanya tersisa sedikit waktu untuk memasuki usia ke-16. Ternyata dugaan ini meleset. Sang raja lupa memusnahkan alat pemintal yang disimpan di menara istana. Sang putri pun terkena kutukan penyihir jahat.

“ Karena itu ingatlah, bagaimana engkau telah menerima dan mendengarnya; turutilah itu dan bertobatlah! Karena jikalau engkau tidak berjaga-jaga, Aku akan datang seperti pencuri dan engkau tidak tahu pada waktu manakah Aku tiba-tiba datang kepadamu.” (Wahyu 3:3)

Kewaspadaan selama bertahun-tahun menjadi sia-sia karena kelengahan pada saat-saat terakhir. Firman Tuhan mengingatkan kita supaya selalu berjaga-jaga. Kita tidak boleh lengah karena Tuhan dapat memanggil kita atau datang kedua kalinya kapan saja. Dongeng di atas memang berakhir bahagia. Sang pangeran menyelamatkan sang putri dengan kekuatan cinta. Namun dalam kehidupan sehari-hari, tidak selamanya berakhir bahagia. Ada beberapa orang yang kedapatan lengah ketika dipanggil Tuhan. Karena itu selalu berjaga-jagalah [purnawan]

 

SMS from God: Orang yang setia akan menerima upahnya. Orang yang lengah akan kalah.