Ember Kayu

Pernah melihat ember kayu kuno? Ember itu dibentuk dari bilah-bilah papan kayu yang disusun melingkar, lalu diikat menjadi satu. Besarnya daya tampung ember itu bukan ditentukan oleh papan kayu yang paling panjang, melainkan justru yang paling pendek. Meski semua papan kayu lainnya cukup panjang, tapi jika terselip satu papan yang pendek, maka air yang dapat ditampung oleh ember itu hanya setinggi papan yang paling pendek.

“ Sebab itu kuatkanlah tangan yang lemah dan lutut yang goyah;” (Ibrani 12:12)

Dalam dunia kerja, kekuatan sebuah perusahaan sangat dipengaruhi oleh divisi yang paling lemah. Sebagai contoh, ketika saya bekerja di media, para redaktur wajib menyelesaikan tulisan sebelum tenggat waktu. Tapi jika ada satu redaktur saja yang melanggar tenggat ini, maka kerja keras redaktur lain menjadi sia-sia, karena media itu pasti terlambat terbit.

Demikian juga dalam kehidupan berjemaat. Kekuatan sebuah jemaat justru ditentukan oleh anggota jemaat yang paling lemah. Itu sebabnya penulis kitab Ibrani menegaskan perlunya untuk menguatkan anggota jemaat yang paling lemah [purnawan].

 

SMS from God: Apakah gereja Anda merasa sudah kuat? Lihat dulu, apakah masih banyak orang lemah di sana.