Berjalan di Taman

Penyaliban Yesus bersama dengan dua penjahat adalah sebuah kesengajaan. Para penguasa hendak menghina Yesus dengan menciptakan kesan bahwa Dia sederajat dengan para pelaku kriminal. Alkitab tidak mencatat nama kedua penjahat yang ada di kedua sisi Yesus ini, namun ada perbedaan sikap di antara mereka. Penjahat yang satu menghujat Dia, tapi penjahat yang lain mengakui Yesus sebagai Allah.

Bisa jadi, penjahat ini bersikap “baik” kepada Yesus karena berada dalam situasi terdesak. Mungkin dia berpikir, “Toh tak ada ruginya untuk meminta tolong kepada orang yang mengaku sebagai Allah. Siapa tahu, Dia memang Allah.” Tidak ada yang tahu motivasinya yang sesungguhnya. Namun jika mempertimbangkan tanggapan Yesus, penjahat ini memiliki niat yang baik. Yesus tentu mengenal isi hati penjahat ini.

Kata Yesus kepadanya: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya hari ini juga engkau akan ada bersama-sama dengan Aku di dalam Firdaus.”  Kata “Firdaus” berasal dari bahasa Persia. Artinya “sebuah taman yang bertembok.” Jika raja Persia ingin memberi penghormatan khusus kepada rakyatnya, maka dia akan mengundangnya untuk berjalan bersama-sama di dalam taman itu.

Janji Yesus kepada penjahat ini memiliki makna yang dalam. Yesus tahu bahwa Dia akan menang dan akan memerintah sebagai Raja. Hal itu pula yang diimani oleh penjahat tersebut, sehingga Yesus berkenan untuk mengundangnya berjalan bersama-sama Dia di taman Firdaus. Belum terlambat untuk bertobat[purnawan].

 

SMS from God: “Hidup berarti berada bersama Kristus, sebab di mana ada Kristus, di situlah kerajaan-Nya.” St. Ambrosius