Sudah Selesai

Dalam dua ucapan sebelumnya, terdapat nada kegetiran. Yesus merasa ditinggalkan oleh Bapa-Nya dan mengalami kehausan. Namun dua ucapan terakhir-Nya memiliki nada kemenangan.

Berabad-abad yang lalu, para nabi telah menubuatkan penderitaan yang akan dialami oleh Mesias. Dia berasal dari keturunan perempuan (Kej. 3:15) dilahirkan dari “seorang gadis” (Yes. 7:14-BIS).

Nubuatan juga mengatakan bahwa Dia berasal dari keturunan Abraham (Kej. 22:18) dan Daud(2 Sam. 7:12,13). Hal ini digenapi Yesus seperti tertulis dalam Matius 1:1 dst. Menurut nubuat, Dia sudah diberi nama sebelum lahir(Yes. 49:1), dilahirkan di Betlehem di tanah Yudea (Mik. 5:2). Para nabi juga menubuatkan bahwa Dia akan diungsikan ke Mesir, tapi kembali lagi ke Palestina.

Pemazmur menubuatkan Dia akan menenangkan badai dan angin ribut (Mzm. 107:29). Nabi Zakaria menubuatkan Yesus akan masuk ke Yerusalem dengan dielu-elukan orang banyak (Zak. 9:9). Menurut Yesaya, Dia akan dihina dan menderita sengsara (Yes. 53:3) dan ditolak bangsa Yahudi (Yes. 8:14); Dia akan “dibenci tanpa alasan” (Mzm. 69:4). Hingga akhirnya Dia “dianiaya, tetapi dia membiarkan diri ditindas” (Yes.53:7)

Sesudah Yesus meminum anggur asam itu, berkatalah Ia: “Sudah selesai.” Lalu Ia menundukkan kepala-Nya dan menyerahkan nyawa-Nya. (Yohanes 19:30)

Selama kurang-lebih 33 tahun, Yesus menggenapi semua nubuatan ini, satu demi satu. Itu sebabnya, dengan perasaan lega Yesus berkata bahwa tugas-Nya di dunia ini sudah selesai. Berkatalah Ia: “Sudah selesai.” Dia telah mengerjakan tugas dari Bapa dengan tuntas [purnawan].

SMS from God: Kelegaan akan kita dapatkan jika kita telah menyelesaikan tugas dari Allah.