Gaya Komunikasi ala Burung (1)

Jika ingin menjaga kelanggengan rumah tangga, maka Anda harus mengembangkan komunikasi yang sehat dengan pasangan Anda. Berkomunikasi itu seperti bernapas yang dilakukan terus-menerus. Jika berhenti, maka Anda akan mati.

Dalam berkomunikasi, sebaiknya Anda menghindari empat gaya komunikasi yang negatif berikut ini:

Gaya Merpati: gaya mengalah supaya pasangannya tidak marah. Dia berusaha selalu menyenangkan pasangannya, tidak pernah menentang dan  sering minta maaf meski hanya untuk kesalahan kecil. Biasanya dia berkata, “Terserah, yang penting kamu senang”, “Saya ikut saja keputusanmu

Untuk menghindari konflik, sang “merpati” berusaha menjauh dari keintiman. Ketika Anda berusaha menyimpan pendapat, perasaan atau keinginan Anda, hubungan Anda mungkin akan adem-ayem saja, tapi itu hanya tampak di permukaan saja. Hubungan mesra tidak akan terjadi jika Anda tidak membangun komunikasi yang terbuka dan jujur.

Gaya Elang: Sang elang tidak pernah mau disalahkan, bahkan akan menimpakan kesalahan itu pada pasangannya. Pernyataan yang biasa diucapkan oleh “sang elang” adalah, “Kamu nggak pernah mengerjakan dengan benar” atau “Jika tidak ada kamu, maka segalanya akan baik-baik saja.”

Si elang tampak kuat dan angker. Namun sesungguhnya dia menutupi kelemahan emosinya dengan mencari-cari kesalahan. “Sang elang” tidak peduli pada pendapat pasangannya. Hal ini seperti dalam  Amsal 18:2: “Orang bebal tidak suka kepada pengertian, hanya suka membeberkan isi hatinya”

“Orang bebal tidak suka kepada pengertian, hanya suka membeberkan isi hatinya.” (Amsal 18:2 )

Sekarang saatnya memeriksa diri. Apakah Anda termasuk salah satu dari gaya tersebut? Anda tidak perlu enggan untuk mengakuinya. Sebab ini adalah langkah pertama untuk memperbaiki kualitas komunikasi Anda [Purnawan]

 

SMS from God: Gaya merpati dan gaya elang merusak komunikasi Anda. Enyahkanlah mereka.