Gaya Komunikasi ala Burung (3)

Pada dua renungan sebelumnya kita sudah mengenali empat gaya komunikasi negatif: Gaya elang, merpati, burung hantu dan burung onta. Saya berharap Anda tidak termasuk dalam salah satu dari empat gaya komunikasi tersebut. Akan tetapi, jika ya, maka Anda tidak perlu cemas. Masih ada langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk memperbaiki pola komunikasi Anda.

Pertama, mengetahui apakah Anda termasuk dalam salah satu ciri-ciri gaya komunikasi tersebut.

Kedua, mengakui bahwa hal tersebut tidak sehat. Katakan di depan cermin, “Aku adalah merpati. Caraku berkomunikasi ini menyakiti pasanganku.” Mengakui dengan cara ini mempermudah Anda mengakuinya nanti di depan pasangan Anda.

Ketiga, bertekad mengubah pola komunikasi. Allah memberi kebebasan pada manusia untuk membuat keputusan. Jika Anda memutuskan untuk berubah, Roh Kudus akan menolong.

Keempat, menggantikan pola lama dengan pola baru. “Merpati” perlu berkata dengan jujur dalam kasih. “Elang” belajar menerima tanggungjawab untuk perbuatannya. “Burung hantu” tidak hanya menggunakan akalnya, tapi juga memakai perasaannya. “Burung onta” bersedia diajak berbicara untuk menyelesaikan masalah.

“Aku harus berbicara, supaya merasa lega, aku harus membuka mulutku dan memberi sanggahan” (Ayub 32:20)

Dalam nats kita, Ayub memutuskan untuk mengangkat bicara. Hal ini dapat membuatnya lega. Dengan menggunakan pola komunikasi yang baik akan senantiasa membuat Anda lega [Purnawan].

 

SMS from God: “Usirlah semua gaya komunikasi ala burung ini, maka kehangatan pernikahan akan datang lagi”