Dukungan Pasangan

Suatu hari seorang raja mengunjungi sebuah desa. Konon kaum istri di desa itu terkenal sangat dominan, sehingga membuat takut para suami. Raja ingin membuktikan kebenarannya. Dia mengumpulkan para suami di tengah lapangan, kemudian menarik garis panjang di tanah.

“Bagi suami-suami yang takut dan tunduk pada perintah istrinya, berdirilah di sebelah kiri garis!” perintah sang raja. Maka berbondong-bondonglah para suami ke sebelah kiri baris.

“Bagi suami-suami yang tidak takut dan tidak mau diperintah istrinya, berdirilah di sebelah kanan garis!” perintah sang raja lagi. Ternyata hanya satu pria yang ada di sana.

Sang raja penasaran dan menghampiri pria itu. “Apa rahasianya sehingga kamu berdiri di sebelah kanan?” tanya raja. “Saya tidak tahu,” jawab pria itu polos, “Saya hanya menuruti saja perintah istri saya.”

Humor ini memberikan pelajaran tentang perlunya kesetaraan dalam relasi suami-istri. Tidak ada yang lebih berkuasa atas yang lain. Yang terjadi adalah relasi yang saling melengkapi dan saling mendukung.

TUHAN Allah berfirman: “Tidak baik, kalau manusia itu seorang diri saja. Aku akan menjadikan penolong baginya, yang sepadan dengan dia.” (Kejadian 2:18)

Rev. Billy Graham sangat merasakan dukungan istrinya dalam pelayanannya. “Dia adalah partner hidup saya dan kami dipanggil Allah sebagai satu tim. Tidak ada orang lain yang sanggup menanggung beban yang dibawanya …. Pekerjaan saya selama bertahun-tahun mustahil dapat dilakukan tanpa dukungan dan dorongan dari dia,” kata Billy Graham mengenai Ruth, istrinya (64 tahun), yang meninggal pada 14 Juni 2007. Bagaimana dengan Anda? Apakah Anda menolong atau merongrong pasangan Anda?[Purnawan]

SMS from God: Anda dapat menjadi penolong atau perongrong pasangan Anda. Pilihan terletak di tangan Anda.