Kata-kata Penegas

Sewaktu SMA, badan saya sangat kurus. Pada pelajaran olahraga, kami diharuskan memegang palang besi yang ada di atas kami. Kemudian mengangkat tubuh kami sehingga wajah melewati besi. Dengan susah payah saya sudah berusaha melakukannya, tapi malah ditertawakan oleh guru olahraga. Namun yang membuat saya sakit hati adalah ucapan sang guru. “Ha…ha…ha…kayak cacing,” komentar guru saya.

Meski saya sudah mengampuni sang guru itu, tapi ingatan saya masih merekam jelas peristiwa itu. Itulah kekuatan kata-kata. Tapi kata-kata juga punya kekuatan positif jika dipakai sebagai kata-kata penegas.

Kata-kata penegas adalah ucapan yang diberikan untuk memberi pujian, dorongan dan meneguhkan bahwa perbuatannya sudah benar. Ucapan ini bisa berupa pujian, “Kamu anak yang pintar.” Bisa juga berupa kata-kata yang membesarkan hati: “Ya, bagus. Kamu pasti bisa.” Atau kata-kata bimbingan: “Sini, ibu ajari.” Kata-kata seperti ini membuat anak bersemangat dan merasa dihargai.

“Dan hendaklah kita saling memperhatikan, supaya kita dapat saling memberi dorongan untuk mengasihi sesama dan melakukan hal-hal yang baik.” (Ibrani 10:24-BIS)

Seperti pengalaman saya, kata-kata yang negatif juga dapat menyebabkan luka-luka batin. Misalnya, ketika sedang mengajari anak-anak mengerjakan PR, kita mengucapkan komentar, “Begitu saja kok tidak bisa.” Jika kata-kata ini diulang-ulang maka anak akan menganggapnya sebagai kebenaran, sehingga membentuk citra diri yang negatif. “Aku memang anak yang bodoh. Belajar sekeras apa pun, tetap saja bodoh.”

Mulai hari ini, pergunakanlah Bahasa Kasih ini. Ucapkan kata-kata penegas untuk anak Anda [Purnawan].

SMS from God: Kata-kata penegas memberikan dorongan dan perhatian kepada anak.