Pelajaran Merendahkandiri

Ibu Inge (nama samaran) adalah pengikut Kristus yang taat. Usianya di atas 50 tahun dan sudah setahun menjanda. Suatu hari, dia menarik uang di bank. Di tempat parkir, tiba-tiba ada 3 orang yang menyapanya dengan sangat ramah, walau bu Inge sendiri merasa tidak kenal. “Sedang apa, Bu,” tanya salah seorang pria dengan hangat.

“Ambil uang,” jawab bu Inge. “Ambil berapa?” Bu Inge menyebutkan nilai nominal tertentu. “Ah, masih kurang. Ayo ambil lagi!” kata penyapa itu sambil menggamit lengan bu Inge dan mengajaknya kembali masuk bank.

Anehnya, bu Inge menurut saja. Dia kembali ke kasir dan mengambil seluruh tabungannya. Setelah itu, bu Inge ‘dibimbing’ masuk ke sebuah mobil. Di dalam mobil, mereka membujuk supaya bu Inge menitipkan segepok uang kepada mereka. Ini demi keamanan, kata mereka.  Mereka juga meminta perhiasan dan HP milik bu Inge.

Beberapa saat setelah diturunkan di pinggir jalan, bu Inge baru sadar bahwa telah ditipu habis-habisan. Dia segera melapor ke polisi.

“Tuhan, apa maksud-Mu atas semua ini?”tanya bu Inge dalam doa. Lalu suara hatinya berkata,”Kamu ambil uang itu untuk apa, sih?” Dia ingat sehari sebelumnya, tersinggung pada ucapan seseorang yang berkaitan dengan uang. Untuk menjaga harga dirinya, maka dia akan ‘menyumpal’ mulut orang itu dengan uang.

“Tuhan rupanya sedang mengajarkan tentang merendahkan diri kepadaku,”kata bu Inge kepada saya. “Memang benar, ucapan ini: yen pingin andhap asor, kowe kudu nganti ndlosor [Merendahkan diri itu harus sampai mencium tanah].” [Purnawan]

 

SMS from God: Yesus sudah memberi teladan dalam merendahkan diri. Sebagai hamba, Dia taat sampai mati.