Minum dari Sumurmu Sendiri

Brian tidak beda dengan kakek lain di Inggris. Yang sedikit membedakannya adalah sepedanya. Selama 58 tahun dia tetap setia menggunakan sepeda yang ia dapatkan sebagai kado ulang tahunnya yang ke-12.

Sang ayah, Les, membelikannya sepeda bekas merek Claud Butler. Sejak  saat itu, dia selalu menggowes sepeda itu setiap hari. Sampai saat ini sepeda itu terawat dengan sangat baik. Sepeda berkelir turquoise biru dengan sepuhan krom yang masih mengkilat itu bahkan jauh lebih awet ketimbang kehidupan rumah tangga Brian. Ia sudah dua kali bercerai dalam dua dekade terakhir.

Minumlah dari sumurmu sendiri, Anakku—tetaplah setia kepada istrimu sendiri. (Amsal 5:15 FAYH)

Kegemaran akan benda-benda tertentu kadang dapat menyita perhatian seseorang sehingga tidak punya waktu lagi untuk menjaga keutuhan rumah tangganya. Kesetiaan dalam pernikahan juga dapat dirusak oleh hadirnya pihak ketiga.

Dalam nats hari ini, Salomo mengkiasakan isteri itu seperti sumur.  Jika sang suami merasa haus tempat lain, hendaknya dia menahan dahaganya itu hingga dia sampai di sumurnya sendiri. Di situ dia boleh memuaskan dahaganya. Pernikahan adalah suatu lembaga persekutuan yang disucikan oleh Allah. Itulah sebabnya pernikahan merupakan perwujudan janji setia di hadapan Allah. Melalui pernikahan kudus ini dimaksudkan agar persekutuan pernikahan itu tetap langgeng, harmonis dan menciptakan kehidupan yang sejahtera [Purnawan].

 

SMS from God: Persekutuan pernikahan harus diisi dengan cinta murni, saling berbagi, saling menguatkan lahir dan batin, dan kesatuan hati.