Rahmat Allah

Dokter mengatakan pada Jennifer bahwa anaknya yang berusia 14 bulan, Alice, tak ada harapan lagi untuk hidup. Ia koma akibat meningitis selama sebulan. Penyakit ini telah memicu gagal ginjal danstroke. Hidupnya bergantung pada dialisis dan ventilator.

Jennifer mengangguk ketika dokter meminta izin untuk melepas semua alat bantu hidup untuk anaknya. Hanya satu yang diminta Jennifer saat itu, perpisahan terakhir untuk gadis kecilnya dengan menggendong dan menciumnya.

Ketika Jenifer mengecup dahi anaknya, ia merasakan ikatan batin yang kuat dengan anaknya. Apa yang terjadi berikutnya adalah sebuah keajaiban. Ketika hidup mesin dukungannya dimatikan, ia mulai bernapas sendiri. Para perawat yang keheranan segera menelepon dokter. Sekarang 2,5 tahun sejak Alice berbaring di ambang kematian, bocah ini segar bugar dan ceria.

“Sebab itu marilah kita dengan penuh keberanian menghampiri takhta kasih karunia, supaya kita menerima rahmat dan menemukan kasih karunia untuk mendapat pertolongan kita pada waktunya.” (Ibrani 4:16)

Tuhan bekerja melalui berbagai cara. Tuhan memberikan kecerdasan kepada manusia untuk menemukan ilmu pengobatan. Namun kuasa Tuhan tidak hanya dibatasi oleh ilmu kedokteran. Tuhan punya otoritas untuk bekerja menurut kehendak-Nya.

Nats hari ini mengajak kita untuk menghampiri Allah untuk menerima pertolongan Allah. Namun semua itu tergantung pada rahmat dan kasih karunia Allah. Kita tidak bisa mendikte Allah. [Purnawan].

 

SMS from God: Allah bekerja dalam bekerja cara untuk mendatangkan kebaikan bagi orang-orang percaya.