Tradisi Natal

Di Irak, Natal dirayakan dengan membacakan kisah kelahiran menggunakan Alkitab berbahasa Arab. Setelah itu, mereka menyalakan api unggun di halaman rumah dan mengelilinginya sambil menyanyikan lagu dari Mazmur.

Tradisi Natal di Rusia adalah dengan puasa selama 39 hari, sampai dengan tanggal 6 Januari.  Pada hari Natal, mereka berkumpul dan menyanyi bersama di gereja yang dihiasi dengan meriah, Setelah itu mengadakan perjamuan makan istimewa.

Di Meksiko ada tradisi “La Posada,” sebuah prosesi yang menggambarkan Yusuf dan Maria yang sedang mencari penginapan. Pada hari Natal, anak-anak mengumpulkan permen-permen yang tersimpan di dalam piñata, sebuah hiasan berbentuk binatang yang diisi permen. Untuk mendapatkannya, anak-anak harus memukulnya hingga pecah dengan mata tertutup.

Di kampung saya, waktu saya masih kecil, Natal dirayakan dengan memasak secara bersama-sama. Kayu bakar dikumpulkan bersama. Setiap jemaat juga menyetor daun pisang sebagai pembungkus nasi. Perayaan Natal diakhiri dengan menyantap nasi dibungkus daun pisang secara bersama-sama. Kebersamaan yang tercipta saat itu sungguh mengesankan.

Bagaimana dengan tradisi Natal di tempat Anda? Apa pun tradisi perayaan Natal di tempat Anda, sekarang saatnya untuk bersukacita. Malaikat di Sorga merayakan kelahiran sang Kristus. Demikian pula sebaiknya manusia yang telah tertebus.

SMS from God: Berbagai bangsa, dengan berbagai tradisi Natal. Namun yang dirayakan hanya satu, yaitu Yesus Kristus.