Anugerah Allah

Bagaimana Anda mengasihi Allah? Apakah karena Dia itu Allah atau karena perbuatan-Nya yang telah dilakukan pada Anda? Apakah Anda menerima berkat dari Allah karena Anda telah berbuat baik? Apakah kesalehan Anda menjadi faktor penentu seberapa besar Allah mengasihi Anda?

Setan mengira bahwa satu-satunya alasan mengapa Ayub tetap mengasihi dan tunduk kepada Allah karena dia diberi berkat yang berlimpah dan dilindungi oleh Allah. Setan percaya jika tudung perlindungan Allah disingkirkan dan semua kekayaan Ayub dilenyapkan, maka Ayub pasti akan mengutuki Allah dan mati. Allah mengizinkan setan merampas semua milik Ayub, kecuali nyawanya.

Ketika Ayub mendengar kabar kematian 10 anaknya dalam satu hari, Ayub berujar, “TUHAN yang memberi, TUHAN yang mengambil, terpujilah nama TUHAN!” (ay. 21). Orangtua mana tidak berduka kehilangan anak? Dalam hal ini, Ayub tidak hanya kehilangan satu anak, tetapi 10 anak sekaligus! Pasti ini pukulan yang berat. Akan tetapi Ayub tidak mengutuki Allah seperti yang disangka oleh setan. Ayub justru memuji Tuhan.

Apakah Ayub tidak mengasihi anak-anaknya? Pasti! Buktinya, dia selalu menguduskan anak-anaknya usai mereka berpesta. Setelah itu Ayub mempersembahkan korban bakaran untuk memohonkan pengampunan dosa bagi anak-anaknya. Meski Ayub sangat mengasihi anak-anaknya, namun Ayub menyadari bahwa segala miliknya adalah anugerah dari Allah. Dia lahir dengan telanjang. Sejak itu Allah memberikan berbagai macam berkat. Allah yang telah memberi, Allah pula yang berhak untuk menariknya kembali [Purnawan]

SMS from God: Kita tidak membawa apa-apa datang ke dunia, dan tidak akan membawa apa-apa saat kembali ke sorga kecuali iman kita. Terpujilah Tuhan