Kesempatan Kedua

Manusia itu tempatnya kesalahan. Melakukan kesalahan adalah hal yang manusiaai. Itu sebabnya ada yang namanya kesempatan kedua. Orang yang gagal dalam ujian diberi kesempatan untuk mengulang lagi.  Para penjahat dihukum penjara supaya mereka dapat dibina dan merenungi kesalahannya. Jika masa hukuman selesai, maka dia dibebaskan dan diberi kesempatan untuk memulai hidup yang baru.

“Tak berkesudahan kasih setia TUHAN, tak habis-habisnya rahmat-Nya, selalu baru tiap pagi; besar kesetiaan-Mu!” (Ratapan 3:22-23)

Nats hari ini diserukan oleh nabi Yeremia untuk memberikan penghiburan kepada bangsa Israel. Pada masa itu, Israel sedang menerima penghukuman dari Allah. Karena ketidaktaatan bangsa Israel, maka Allah mencurahkan murka-Nya. Akan tetapi Allah memberikan kesempatan kedua kepada mereka.

Murka Tuhan itu hanya berlangsung untuk sesaat saja. Kasih-Nya yang besar tidak pernah berakhir (ayat 22). Allah tidak menolak Yehuda selaku umat perjanjian-Nya dan Dia masih mempunyai rencana bagi mereka. Selanjutnya Yeremia menyatakan bahwa Tuhan itu baik dan pemurah kepada orang-orang yang menantikan Dia dalam kerendahan hati dan penyesalan (ayat 24-27).

Dengan memberi hukuman, Allah ingin mendidik dan memurnikan umat Tuhan. Jika tujuan ini sudah tercapai maka Allah akan menunjukkan belas kasihan-Nya. Penghiburan Yeremia ini juga masih berlaku pada zaman kita. Jika kita melakukan kesalahan, maka masih ada kesempatan kedua dari Allah. Allah itu murah hati dan panjang sabar kepada orang yang menyesal dan kembali kepada-Nya. Dia menerima kembali kita dan siap untuk melimpahkan rahmat-Nya yang tidak pernah habis [Purnawan]

SMS from God: Rahmat Tuhan itu tidak pernah basi. Setiap hari Allah memberkannya yang baru. Bukan sisa kemarin yang tidak habis.