Tumbuh Alami

Dalam delapan pasal Kidung Agung, sebanyak tiga kali Salomo mengucapkan seruan agar tidak “membangkitkan dan menggerakkan cinta sebelum diingininya” (2:7; 3:5; 8:4). Secara keseluruhan, kitab Kidung Agung ini mengumandangkan gairah percintaan antara sepasang kekasih yang sedang kasmaran. Namun demikiandia juga memperingatkan kepada anak-anak muda agar berhati-hati.

Allah memang memberikan perintah kepada manusia untuk “beranak-cucu dan bertambah banyak.” Bahkan mukjizat pertama Tuhan Yesus dilakukan pada pesta perkawinan di Kana. Hal ini menunjukkan bahwa hubungan seks memang diciptakan oleh Allah bagi manusia. Akan tetapi manusia harus melakukannya dengan bertanggungjawab. Manusia tidak boleh melakukannya dengan sembarangan. Janganlah dengan sengaja membangkitan dan menggerakkan cinta sebelum waktunya tiba.

Sebagai orangtua, kita perlu memberikan kesadaran kepada anak-anak kita yang mulai bertumbuh dewasa. Akhir-akhir ini, ada kecenderungan peningkatan jumlah remaja yang melakukan hubungan seks sebelum menikah. Bahkan di negara barat, remaja yang masih perawan atau perjaka menjadi bahan olok-olokan karena dianggap kuper alias kurang pergaulan. Hubungan seks pada usia dini dapat menimbulkan beberapa ganguan kesehatan dan gangguan psikologis. Cita-cita mereka juga kandas karena mereka harus menikah lebih cepat.

“Kusumpahi kamu, puteri-puteri Yerusalem, demi kijang-kijang atau demi rusa-rusa betina di padang: jangan kamu membangkitkan dan menggerakkan cinta sebelum diingininya!” (Kidung Agung 2:7)

Biarkanlah cinta itu tumbuh secara alami, hingga ketika saatnya untuk mekar dan berbuah, maka Allah akan meneguhkan hubungan itu dalam sebuah pernikahan kudus [Purnawan]

 

SMS from God: Romanntisme dan asmara akan tumbuh dengan alami dan indah jika kita ikuti aturan mainnya