Menoleh

Masih ingatkah Anda pada lagu Sekolah Minggu ini?

Larilah, cepatlah Lot dan k’luarga

Api Tuhan turun Sodom Gomora

Janganlah menoleh melihat harta

Istri Lot lupa dan menoleh ke belakang

Hei! Jadi tiang garam

Apakah Allah begitu kejam? Masa’ hanya menoleh saja lantas dihukum menjadi tiang garam? Itu tergantung dari jenis “menolehnya.” Dalam satu hal, kita perlu menengok kembali kehidupan di masa lalu untuk merenungkan dan mensyukuri anugerah Tuhan. Juga untuk melihat kesalahan di masa lampau sehingga dapat diperbaiki di masa depan.

Akan tetapi “menoleh” juga memiliki makna yang berbeda. Ketika bangsa Israel berkelana di padang gurun, mereka “menoleh” kembali pada kehidupan di Mesir. Mereka lalu bersungut-sungut. Mereka menihilkan tangan Tuhan yang bekerja secara kasat mata. Mereka melihat dengan mata kepala sendiri saat Allah membelah laut agar dapat dilalui. Mereka juga mengalami pemeliharaan selama di padang gurun. Akan tetapi mereka justru menoleh dan ingin pada kehidupan saat diperbudak oleh bangsa Mesir.

“Tetapi isteri Lot, yang berjalan mengikutnya, menoleh ke belakang, lalu menjadi tiang garam.” (Kejadian 19:26 )

Isteri Lot juga menoleh pada kehidupan lama. Seolah-olah dia berkata, “Aku memilih tinggal di Sodom dan Gomora daripada mengikuti malaikat Tuhan.” Ini adalah kesalahan fatal isteri Lot. Allah merencanakan untuk menyelamatkan keluarga Lot dari godaan dosa-dosa warga kota Sodom dan Gomora. Akan tetapi isteri Lot lebih terpikat pada kehidupan lama.

SMS from God: Arahkanlah pandang kepada Yesus. Jangan menoleh dan menginginkan untuk kembali ke kehidupan lama yang bergelimang dosa.