Belas Kasihan

Biasanya pengemis akan menyimpan duitnya untuk dirinya sendiri, tapi tidak dengan Wang Zhiyou. Dia mengemis untuk disumbangkan untuk orang yang lebih membutuhkan.Pria berusia 41 ini telah mengemis selama 15 tahun dan dijuluki sebagai “Pengemis Dermawan dari Timur Laut”.

Biasanya dia tinggal di satu tempat selama satu bulan hingga akhirnya pindah tempat lainnya.”Setelah satu bulan mengemis, saya langsung menyumbangkan uang tersebut kepada orang yang membutuhkan.,” ujarnya pada China Daily.

Sepanjang “karirnya” sebagai pengemis, Wang sudah menyumbangkan dana sebesar Rp57 juta.

“Lalu datang seorang Samaria, yang sedang dalam perjalanan, ke tempat itu; dan ketika ia melihat orang itu, tergeraklah hatinya oleh belas kasihan.” (Lukas 10:33)

Dalam perikop kita, sang imam memiliki alasan yang sah untuk tidak memberikan pertolongan. Sebagai imam, dia punya tugas “konstitusional” yang besar. Demikian pula orang Lewi. Ada tugas penting yang menunggunya.

Secara hukum, kedua orang ini tidak dapat disalahkan.  Akan tetapi ada satu aspek yang mereka abaikan, yaitu belas kasihan (compassion).  Dalam perumpamaan ini, Yesus menghendaki supaya kita memprioritaskan untuk memberikan belas kasihan. Sama seperti Wang, si pengemis, orang-orang tidak berharap bahwa orang Samaria itu untuk memberi pertolongan. Namun orang Samaria menyingkirkan alasan itu. Dia tetap memberi pertolongan.

Mari kita singkirkan ”alasan-alasan” yang menghalangi kita untuk berbelas kasihan.(purnawan)

 

SMS form God: Dahulukan yang utama. Yang terutama di antara segala hukum adalah kasih.