Kekhawatiran dan Kekayaan

Seorang jutawan asal Austria mendonasikan seluruh uangnya karena uangnya tidak membuatnya bahagia. Karl Rabeder menjual perusahaannya, rumah dan mobil mewahnya, pesawat pribadinya, dan mendonasikan seluruh uangnya ke sebuah yayasan. Yayasan tersebut akan memberikan pinjaman dana kepada masyarakat di negara-negara miskin yang ada di belahan dunia ini.

“Saat ini saya bahagia. Cinta, sinar matahari, dan udara segar, itulah yang saat ini membuat saya bahagia,” ujar Karl, seperti dikutip Orange.  “Memiliki sedikit uang merupakan hal yang sangat membahagiakan bagi saya. Ketika saya melihat foto saya dahulu, saya tampak sedih,” tambahnya.

Lalu kekuatiran dunia ini dan tipu daya kekayaan dan keinginan-keinginan akan hal yang lain masuklah menghimpit firman itu sehingga tidak berbuah.” (Markus 4:19)

Kekhawatiran bukan hanya monopoli orang miskin. Orang kaya juga selalu khawatir tentang hartanya.Setiap hari dia memikirkan bagaimana cara mengamankan, menginvestasikan dan melipatgandakan. Dia telah menjadi hamba uang (Mat.6:24).

Dalam bahasa Yunani, kata “kekhawatiran” juga berarti “terbagi.”  Kekhawatiran membuat hati dan pikirannya terbagi. Dia sibuk memikirkan apakah saham akan turun? Bagaimana suku bunga besok? Apakah penjualan bulan ini memenuhi target? Dalam situasi seperti ini, dia kesulitan untuk membangun kehidupan doa, membiasakan diri bersaat-teduh atau melakukan pelayanan. Lalu, apa yang harus dilakukan? “Serahkanlah segala kekuatiranmu kepada-Nya, sebab Ia yang memelihara kamu.” (1 Ptr.5:7) (purnawan)

SMS from God: Babatlah semak berduri di sekitar Anda, maka Anda akan bertumbuh dengan pesat