Anjing Menggonggong Kafilah Berlalu

Saat menjadi pelatih Manchester City, Roberto Mancini sering mendapat kritikan pedas dari Mark Hughes. Mancini adalah pelatih yang menggantikan Hughes. Meski sering dikecam, Mancini tenang-tenang saja. Ia bahkan mengaku senang dengan kritikan tersebut.

“Setiap manajer memiliki metode dan perilaku sendiri. Saya menghormati setiap pendapat. Saya tidak punya masalah apapun dengan pelatih lain,” kata  Mancini kalem. Alih-alih membalas cacian, Mancini memilih untuk bekerja meningkatkan prestasi timnya.

Pada waktu ahli-ahli Taurat dari golongan Farisi melihat, bahwa Ia makan dengan pemungut cukai dan orang berdosa itu, berkatalah mereka kepada murid-murid-Nya: “Mengapa Ia makan bersama-sama dengan pemungut cukai dan orang berdosa?” (Markus 2:16)

Dalam pelayanan dan pekerjaan, selalu saja ada orang-orang yang ceriwis semacam ini.  Mereka gemar mengevaluasi dan mengritik hasil kerja orang lain.

Yesus pernah menjadi korban orang seperti ini. Apa pun yang dikerjakan oleh Yesus, selalu dianggap salah oleh ahli-ahli Taurat dari golongan Farisi. Ketika Yesus makan bersama orang berdosa, ketika Yesus menyembuhkan pada hari Sabat, ketika Yesus diurapi perempuan sundal, orang Farisi itu melontarkan kecaman.

Apakah Anda pernah mengalami situasi seperti ini: Anda sudah bekerja sekuat tenaga dan melayani dengan tulus, tetapi alih-alih mendapat pujian, Anda malah menuai kecaman? Jika ‘ya’, marilah kita belajar dari Tuhan Yesus. Dia sangat memahami tujuan pelayanannya, yaitu menyelamatkan orang berdosa.  Itu sebabnya, Dia tidak terpengaruh meskipun ada banyak orang yang menyerang pekerjaan-Nya. Jika Anda meyakini bahwa pelayanan Anda berada pada jalur pelayanan, go ahead! Maju terus!  (Purnawan)

 

SMS from God: Seorang pembajak, jika menginginkan hasil bajakan yang baik, harus bergerak dan memandang ke depan.