Mengukur Dua Kali

Seorang wanita Amerika tertabrak mobilnya sendiri ketika mencoba menolong seorang pria tua mengejar anjingnya yang melarikan diri. Anjing terrier milik Jack Russel, mengunyah tali sebelum berhasil melarikan diri. Perempuan itu pun langsung menolong Russel yang saat mengejar anjingnya.

Saat menolong Jack, perempuan itu tampaknya lupa menarik rem tangan saat memarkir mobilnya. Mobil itu pun langsung meluncur dengan pintu terbuka dan menghantamnya. Perempuan itu terluka ringan dan mulai membaik.

“Rancangan orang rajin semata-mata mendatangkan kelimpahan, tetapi setiap orang yang tergesa-gesa hanya akan mengalami kekurangan” (Amsal 21:5)

Sebuah kisah konyol, sekaligus tragis. Kita pun mungkin pernah mengalami hal serupa. Penyebabnya karena kita tergesa-gesa dalam melakukan sesuatu. Kita tidak menyediakan waktu yang cukup untuk menyusun rencana dengan baik. Akibatnya, keinginan kita tidak tercapai dengan optimal. Bahkan bisa jadi malah gagal total.

Sebuah kesuksesan dimulai dari perencanaan. Perencanaan yang baik adalah separuh jalan menuju kesuksesan. Bagi tukang kayu, berlaku hukum ini: “Mengukur dua kali, menggergaji sekali.”  Sebelum memotong kayu, tukang kayu harus mengukur dengan cermat. Jika tidak, maka jika terlanjur terpotong, maka kayu itu tidak dapat disatukan kembali.

Jangan tergesa-gesa jika akan melakukan sesuatu. Buatlah rencana dengan matang. Maka menurut penulis Amsal akan menghasilkan kelimpahan[purnawan].

 

SMS from God: Jika Anda tidak membuat perencanaan saat melakukan sesuatu yang besar, maka Anda telah membuat rencana untuk gagal.