Kebiasaan

Sarah sudah lama menunggu sebelum akhirnya ada orang yang akan mendonorkan ginjalnya. Namun dia tidak menyangka yang mendonorkan ginjal adalah Melody, putrinya sendiri. Tanpa memberitahu ibunya, Melody (18 tahun) pun langsung menjalankan tes di rumah sakit untuk sebelum mendonorkan ginjalnya.

“Ini merupakan pengorbanan dari seorang remaja, saya hampir tak mempercayai ini. Saya tidak pernah merasakan rasa cinta dari putri saya yang seperti ini,” ujar Sarah.

Mengapa Melody melakukan itu? Melody mengatakan, dirinya teringat akan ibunya yang saat itu mengandung adiknya, Ernie. Perjuangan pun dihadapi ibunya saat mengandung. Setelah Ernie lahir, ibunya kembali mengalami masalah yaitu pada ginjalnya.

“Ya Allah, Engkau telah mengajar aku sejak kecilku, dan sampai sekarang aku memberitakan perbuatan-Mu yang ajaib.” (Mazmur 71:17)

Patut mendapat pujian di sini tidak hanya Melody saja, tapi ibunya juga. Dia berhasil mendidik anaknya untuk mau peduli pada orang lain. Sikap hidup seperti ini tidak dibangun dalam sekejap, tapi dibiasakan secara terus-menerus sejak kecil. Hal yang sama dialami oleh pemazmur. Sejak kecil dia telah diajar untuk memuji Allah. Pendidikan itu membuat iman yang diterimanya menjadi keyakinan yang teguh: Allah adalah dasar kehidupan yang tahan uji. Sekalipun timbul tantangan dan kesulitan, ia mempercayakan diri pada Tuhan [purnawan].

 

SMS from God: kebiasaan baik memerlukan waktu bertahun-tahun, tidak dapat dibentuk secara instan.