Permainan

Dua anak Amerika menggunakan pistol mainan untuk merampok permen dan keripik dari rekan-rekan sekelas mereka.  Kelima korban tengah berjalan pulang saat salah satu anak mencabut pistol mainan dan menodong mereka.Para korban yang berusia antara 7 dan 11 tahun mengaku mengenal orang yang merampok mereka. “Pelaku menodongkan pistol ke kepala salah satu korban mereka dan bertanya, ‘Mana uangnya?”Kedua bandit kecil itu mengambil permen dan keripik kentang dari tas para korban mereka

Alat permainan dapat membahayakan anak-anak. Untuk itu kita perlu cermat dalam membeli mainan. Misalnya, apakah suaranya terlalu bising? Apakah cat-nya mengandung racun? Apakah ukurannya terlalu kecil sehingga mudah tertelan anak-anak? Waktu kecil, ayah saya menemukan sebutir peluru. Didorong rasa ingin tahu, dia membakarnya dan meledak. Untung, proyektil peluru lewat di antara kedua kakinya.

“Janganlah segan-segan mendidik anakmu. Jika engkau memukul dia dengan rotan, ia tak akan mati,” (Amsal 23:13 BIS)

Bermain adalah hak anak. Permainan memberikan banyak keterampilan pada anak-anak. Namun orangtua punya kewajiban memastikan bahwa permainan itu bermanfaat dan tidak membahayakan anak. Penulis Amsal menegaskan perlunya ketegasan dalam mendidik anak. Ada kalanya kita harus bertindak tegas [rotan] ketika anak bermain hal yang membahayakan[Purnawan].

SMS from God: Ketegasan berbeda dengan kekerasan. Ketegasan diperlukan untuk menyelamatkan anak.