Sungguh-sungguh

Lima pegawai dinas pajak daerah di China dijatuhi skors karena ketahuan tidur atau membaca koran saat berlangsung konferensi jarak jauh dengan atasan mereka di Beijing. Ironisnya, isi konferensi jarak jauh itu adalah soal memberantas kemalasan saat jam kerja. Kantor berita Xinhua melaporkan, kelima orang itu menempati posisi penting di dinas pajak Provinsi Shanxi, China utara. Tidak dijelaskan berapa lama skors yang mereka terima. Mereka seharusnya berpartisipasi dalam pertemuan jarak jauh itu sebagai bagian dari kampanye mendorong peningkatan disiplin kerja. Kampanye itu digelar untuk mengingatkan pegawai negeri dan pejabat pemerintah bahwa mereka tak boleh meninggalkan pos mereka, bermain kartu atau komputer, atau ”menghadiri aktivitas rekreatif” selama jam kerja.

Banyak orang bekerja karena keterpaksaan. Kepada jemaat di Kolose, Paulus menasihati supaya mereka melakukan segala sesuatu dengan segenap hati. Kata “segenap hati” dalam bahasa aslinya adalah ek psuches yang berarti “berasal dari jiwa.” Itu artinya mereka harus mengerjakan dengan sungguh-sungguh sebagaimana mengerjakan untuk Tuhan, yang mengetahui hati dan jiwa setiap manusia.

“Apapun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia.” (Kolose 3:23)

Segala tindakan dan ucapan manusia itu berasal dari dorongan hati. Jika hatinya mencintai pekerjaan itu, maka dia akan mengerjakannya dengan sungguh-sungguh. Hal itu tercermin dari wajah yang ceria. “Apakah mukamu tidak akan berseri, jika engkau berbuat baik”(Kej. 4:7).

Pekerjaan apa yang sedang Anda kerjakan hari ini? Apakah hati Anda berada dalam pekerjaan itu? Apakah Anda sudah bekerja dengan muka berseri-seri?[purnawan]

SMS from God: Orang yang mencintai pekerjaannya biasanya sangat termotivasi oleh antusiasmenya sendiri untuk terus memperbaiki kemampuan diri dan meningkatkan prestasinya