Pemulihan

Umat pilihan Allah itu tercerai menjadi 2 kelompok, yaitu Israel (bagian utara) dan Yudea (bagian selatan). Kedua kelompok sama-sama memberontak kepada Allah dan berbuat dosa, sehingga Allah membiarkan mereka diasingkan ke negeri lain. Selama berada di pengasingan ini, Allah tidak meninggalkan mereka sama sekali. Allah mengutus para nabi untuk menyempaikan firman-Nya.

Yeremia adalah nabi yang diutus untuk menyampaikan sabda Tuhan kepada bangsa Yudea. Dia menyampaikan kabar yang menimbulkan pengharapan. “Aku akan memulihkan keadaan umat-Ku Israel dan Yehuda.” Ini adalah kabar tentang pemulihan. Allah akan mengembalikan kedua bangsa itu kembali ke negerinya dan memulihkan mereka kembali. Allah akan menjadi Tuhan mereka, dan bangsa Israel akan menyembah Allah.

“Sebab, sesungguhnya, waktunya akan datang, demikianlah firman TUHAN, bahwa Aku akan memulihkan keadaan umat-Ku Israel dan Yehuda — firman TUHAN — dan Aku akan mengembalikan mereka ke negeri yang telah Kuberikan kepada nenek moyang mereka, dan mereka akan memilikinya.” (Yeremia 30:3)

Mungkinkah kita mengalami pemulihan setelah melakukan perbuatan dosa yang menjijikkan di hadapan Allah? Tentu saja mungkin. Kerinduan Tuhan adalah memulihkan dan membangun kembali puing-puing di hati manusia. Itu sebabnya Allah mengutus Anak-Nya untuk menjemput kita dari negeri pengasingan. Allah selalu ingin bertahta di hati Anda. Maka izinkanlah Allah membangun kembali bait Allah di dalam diri Anda, sehingga Anda hanya menyembah Allah, bukan yang lain. Daud berseru: “Kembalikan kepadaku sukacita keselamatan yang daripada-Mu, dan jadikanlah aku rela menaati Engkau.” (Mzm 51:12 FAYH). Untuk mengalami pemulihan sukacita dan keselamatan, kita juga harus menaati Allah.

 

SMS from God: Tuhan rindu untuk memulihkan Anda. Bukalah hati Anda supaya Allah memulihkan sukacita Anda.