Persembahan dalam Pernikahan

“Hai manusia, telah diberitahukan kepadamu apa yang baik.” (Mikha 6:8)

Dalam bacaan ini, Allah merasa muak dengan semua bentuk pengorbanan yang diberikan oleh bangsa Israel. Mereka melakukannya bukan sebagai bentuk cinta kepada Allah, melainkan sebagai semacam penyuapan agar Allah tidak memurkai mereka. Nabi Mikha mengatakan bahwa Allah tidak berkenan dengan “ribuan domba jantan” dan “puluhan ribu curahan minyak.”

Daripada menerima persembahan berupa benda-benda tersebut, Allah lebih berkenan menerima persembahan berupa perbuatan yang adil, mencintai kesetiaan, dan hidup dengan rendah hati.

Demikian juga dalam pernikahan kita dipanggil untuk mengasihi dan memberi hormat (Ef 5:33). Kita juga perlu berperilaku yang menunjukkan adanya belas kasihan, kemurahan, kerendahan hati, kelemahlembutan dan kesabaran (Kol 3:12). Selain itu, kita juga perlu menghindar supaya tidak menjadi hamba uang dengan cara mencukupkan diri dengan apa yang kita miliki (Ibr 13:5).

Kita juga berusaha agar tidak mencari kepentingan sendiri atau puji-pujian yang sia-sia. Sebaliknya hendaklah dengan rendah hati yang seorang menganggap yang lain lebih utama dari pada dirinya sendiri (Flp 2:3-4). Itulah yang disebut dalam Mikha sebagai “apa yang baik.” Hendaknya itu juga menjadi persembahan yang hidup di dalam kehidupan pernikahan [Purnawan].

 

SMS from God: Dalam Alkitab, Allah telah memberitahukan hal-hal baik yang patut dilakukan oleh manusia. Itu akan membuat-Nya berkenan