Rahasia

Robert Louis Stevenson menulis, “Kebohongan yang paling kejam itu adalah kebohongan yang dikatakan dengan diam-diam.” Pada zaman dengan teknologi komunikasi yang canggih ini mudah sekali membuat rumor atau informasi bohong. Saya sering menemukan informasi palsu yang beredar luas secara diam-dial melalui SMS, email atau broadcast di blackberry message. Kadang informasi itu merugikan pihak tertentu, namun yang bersangkutan tidak dapat membantah atau memberikan penjelasan yang benar karena semuanya bersifat diam-diam.

“Sebab tidak ada sesuatu yang tersembunyi yang tidak akan dinyatakan, dan tidak ada sesuatu yang rahasia yang tidak akan tersingkap.” (Markus 4:22)

Berbicara secara langsung adalah kebiasaan baik yang perlu dipupuk dalam pernikahan. Jika kita masih membicarakan orang lain secara diam-diam, maka ada kemungkinan terjadi distorsi komunikasi karena ada sebagian dari kebenaran yang sengaja disimpan sebagai rahasia. Akibatnya, pihak lain kemudian menafsirkan, menghubung-hubungkan dan membuat kesimpulan yang  justru bertolak belakang dengan kebenaran.

Pada kasus tertentu, terlalu lugas berbicara memang dapat mengganggu relasi yang baik. Akan tetapi terlalu banyak menyimpan rahasia juga tidak baik. Nats hari ini menyatakan bahwa pada akhirnya nanti semua rahasia akan disingkapkan. Tidak akan ada misteri yang terselubung. Untuk itulah sebaiknya kita mulai jujur dan mengungkapkan rahasia kita di depan Allah. Tuhan tidak pernah mengkhianati kita dengan menggosipkan rahasia pribadi kita. Dia dapat dipercaya. Demikian juga hendaknya kita juga bisa menjaga kepercayaan ketika orang lain, terutama pasangan kita, menceritakan rahasianya.

SMS from God: Hidup yang terbuka di depan Allah dan pasangan kita adalah kunci untuk hidup yang tenteram